Pilot Project MOOC untuk Tenaga Kesehatan FKTP
Menyusun Materi & Metode Edukasi
KembaliKonsep Menyusun Materi dan Metode Edukasi & Advokasi 2025
Panduan Transformasi Layanan Kesehatan Primer dan Kebijakan Publik
Tujuan Utama
- Menjadi panduan bagi tenaga kesehatan dan organisasi profesi dalam menyusun materi edukasi serta strategi advokasi.
- Mendukung transformasi layanan kesehatan primer melalui pendekatan holistik dan berbasis bukti.
- Menyelaraskan program edukasi dengan kebijakan nasional (Kemenkes, BPJS, IDI).
Latar Belakang
- Perubahan kebutuhan masyarakat menuntut inovasi dalam edukasi kesehatan.
- Advokasi kesehatan sering lemah karena kurangnya kerangka pikir sistematis.
- Tahun 2025 menjadi momentum standarisasi materi dan efektivitas advokasi.
Kerangka Konsep
Sinergi antara edukasi untuk pengetahuan dan advokasi untuk kebijakan.
Edukasi Kesehatan
- Pengetahuan benar, mudah dipahami
- Media: Tatap muka, Digital, MOOC
Advokasi Kesehatan
- Mempengaruhi kebijakan publik
- Stakeholder: Pemerintah, BPJS
Integrasi Edukasi & Advokasi
Edukasi meningkatkan pengetahuan masyarakat Advokasi memastikan kebijakan mendukung penerapan tersebut.
Prinsip Penyusunan Materi
Sederhana
Bahasa mudah dipahami.
Kontekstual
Sesuai budaya lokal.
Berbasis Bukti
Data ilmiah & penelitian.
Interaktif
Melibatkan masyarakat.
Berorientasi Hasil
Indikator keberhasilan jelas.
Struktur Buku Konsep
- Pendahuluan & Latar Belakang
- Kerangka Konsep Edukasi & Advokasi
- Metode Penyusunan Materi Edukasi
- Strategi Advokasi Kesehatan
- Implementasi di FKTP & BPJS
- Monitoring & Evaluasi
- Rekomendasi Kebijakan 2025
Metode Penyusunan
1
Identifikasi Kebutuhan
Survei/Wawancara masalah relevan.2
Penentuan Tujuan
Spesifik, terukur, realistis (SMART).3
Pengembangan Konten
Bahasa sederhana, ilustrasi, berbasis bukti.4
Pemilihan Media
Tatap muka, Digital (MOOC), Cetak, Komunitas.5
Uji Coba & Finalisasi
Pilot project, evaluasi, distribusi.Contoh Format Materi Edukasi
Judul: Manajemen Stres Sehari-hari
Tujuan:
Membantu masyarakat mengenali dan mengelola stres ringan.
Isi Materi:
Membantu masyarakat mengenali dan mengelola stres ringan.
Isi Materi:
- Apa itu stres?
- Gejala fisik dan psikologis.
- Teknik relaksasi sederhana.
- Pentingnya dukungan keluarga.
Media:
Leaflet + Video Singkat
Indikator Keberhasilan:
70% peserta mampu menyebutkan minimal 3 teknik relaksasi.
Leaflet + Video Singkat
Indikator Keberhasilan:
70% peserta mampu menyebutkan minimal 3 teknik relaksasi.
Strategi Komunikasi
1. Audience-Centered
Sesuaikan bahasa & gaya dengan target (anak, lansia, ibu hamil).
2. Storytelling
Gunakan kisah nyata agar pesan mudah diingat.
3. Visualisasi
Gambar, diagram, atau video untuk memperjelas.
4. Interaktif
Tanya jawab, kuis, simulasi.
5. Konsistensi Pesan
Pesan seragam di semua media.
Strategi Advokasi
- Identifikasi Isu Prioritas
Masalah mendesak (Pembiayaan BPJS, Kesehatan Mental). - Pemetaan Stakeholder
Pemerintah, BPJS, IDI, Komunitas. - Penyusunan Pesan
Singkat, jelas, berbasis data.
"Investasi kesehatan mental turunkan biaya jangka panjang." - Metode Advokasi
Pertemuan resmi, seminar kebijakan, media massa. - Monitoring Dampak
Perubahan kebijakan & peningkatan anggaran.
Implementasi di FKTP & BPJS
FKTP (Puskesmas/Klinik)
- Menyusun materi sesuai kebutuhan lokal.
- Advokasi ke pemerintah daerah.
- Melibatkan kader kesehatan & komunitas.
BPJS Kesehatan
- Integrasi hasil edukasi ke Care Pathway.
- Kebijakan berbasis data screening.
- Insentif bagi FKTP aktif edukasi.
Monitoring & Evaluasi
-
Indikator Edukasi:
Jumlah peserta, Tingkat pemahaman (Pre/Post-test). -
Indikator Advokasi:
Kebijakan berubah, Anggaran naik, Partisipasi stakeholder. -
Indikator Integrasi:
Edukasi & advokasi beriringan, Perubahan nyata.
Rekomendasi 2026
- Standarisasi Materi: Berbasis bukti & kontekstual.
- Penguatan Advokasi: IDI & profesi aktif.
- Integrasi Digital: MOOC, aplikasi BPJS, Pelataran Sehat.
- Reward & Punishment: Insentif aktif, teguran pasif.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Pendidikan, sosial, ekonomi.
Kesimpulan
- Edukasi dan advokasi adalah dua sisi mata uang yang harus berjalan bersama.
- Edukasi meningkatkan pengetahuan masyarakat, advokasi memastikan kebijakan mendukung penerapan pengetahuan tersebut.
- Dengan kerangka kerja yang jelas, implementasi di FKTP dan BPJS akan lebih efektif.
- Monitoring dan evaluasi menjadi kunci agar program tidak berhenti di dokumen, tetapi benar-benar berdampak pada masyarakat.