Pilot Project MOOC untuk Tenaga Kesehatan FKTP
Alat Screening Lokal Stress
KembaliAlat Screening Lokal Stress
Instrumen Deteksi Dini untuk Pelayanan Kesehatan Primer
Tujuan
- Menyediakan instrumen sederhana untuk mendeteksi tingkat stres pada masyarakat lokal.
- Membantu tenaga kesehatan primer (dokter, perawat, bidan) dalam skrining awal.
- Menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif.
Latar Belakang
- Stres adalah faktor risiko utama kesehatan fisik & mental.
- Banyak kasus layanan primer tidak terdeteksi karena kurang instrumen praktis.
- Dikembangkan agar sesuai budaya & konteks Indonesia.
Prinsip Penyusunan Instrumen
Sederhana
mudah digunakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas/klinik.
Kontekstual
menggunakan bahasa sehari-hari yang dipahami pasien.
Terukur
memiliki skor yang jelas untuk menentukan tingkat stres.
Cepat
dapat dilakukan dalam waktu singkat (5–10 menit).
Valid
berdasarkan kajian psikologi dan kesehatan masyarakat.
Struktur & Pertanyaan Screening
Instrumen menilai beberapa aspek gejala:
Fisik: misalnya: sakit kepala, gangguan tidur, kelelahan.
Emosional: misalnya: mudah marah, cemas, sedih.
Perilaku: misalnya: menarik diri, sulit konsentrasi, perubahan pola makan.
Sosial: misalnya: konflik dengan keluarga, menurunnya produktivitas kerja.
Contoh Pertanyaan:
- Apakah dalam 2 minggu terakhir Anda sering merasa gelisah atau cemas?
- Apakah Anda mengalami gangguan tidur (sulit tidur, sering terbangun, mimpi buruk)?
- Apakah Anda merasa mudah lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat?
- Apakah Anda merasa mudah tersinggung atau marah terhadap hal-hal kecil?
- Apakah Anda mengalami kesulitan berkonsentrasi saat bekerja atau belajar?
- Apakah Anda merasa tidak bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari?
- Apakah hubungan Anda dengan keluarga/teman sering tegang atau bermasalah?
Panduan Skoring
| Skor | Keterangan |
|---|---|
| 0 | Tidak pernah |
| 1 | Kadang-kadang |
| 2 | Sering |
| 3 | Hampir setiap hari |
Total skor dihitung dari seluruh pertanyaan (maksimal 21).
Interpretasi Hasil
0 – 6 (Normal/Ringan)
Tidak ada stres signifikan. Berikan edukasi gaya hidup sehat.
7 – 12 (Sedang)
Perlu perhatian. Lakukan konseling singkat & relaksasi.
13 – 18 (Berat)
Mengganggu fungsi harian. Perlu intervensi lanjut & rujukan.
> 18 (Sangat Berat)
Risiko gangguan mental serius. Segera rujuk ke spesialis.
Cara Penggunaan di Lapangan
- Persiapan
- Siapkan formulir.
- Pastikan pasien tenang.
- Jelaskan tujuan: "Ini untuk mengetahui tingkat stres Anda."
- Pelaksanaan
- Tanyakan satu per satu dengan bahasa sederhana.
- Berikan waktu pasien menjawab tanpa tekanan.
- Catat jawaban (0–3).
Durasi: 5 – 10 Menit
Bisa dilakukan di ruang tunggu, ruang konsultasi, atau pemeriksaan umum.
Rekomendasi Intervensi Awal
- 1. Edukasi: Jelaskan stres itu normal tapi perlu dikelola. Berikan leaflet.
- 2. Teknik Relaksasi: Pernapasan dalam, meditasi ringan/doa, aktivitas fisik ringan.
- 3. Konseling Singkat (Brief Counseling): Dengarkan keluhan, identifikasi sumber stres, diskusikan solusi praktis.
- 4. Rujukan: Jika skor tinggi, rujuk ke psikolog/psikiater dengan pastikan follow-up.
Formulir Screening Stress Lokal
| No | Pertanyaan | Skor (0–3) |
|---|---|---|
| 1 | Apakah Anda sering merasa cemas/gelisah? | |
| 2 | Apakah Anda mengalami gangguan tidur? | |
| 3 | Apakah Anda mudah lelah tanpa aktivitas berat? | |
| 4 | Apakah Anda mudah tersinggung/marah? | |
| 5 | Apakah Anda sulit berkonsentrasi? | |
| 6 | Apakah Anda merasa tidak bersemangat? | |
| 7 | Apakah hubungan dengan keluarga/teman sering tegang? | |
| Total Skor: | ||
Kategori: Normal / Sedang / Berat / Sangat Berat
Tindak Lanjut:
Edukasi umum
Konseling singkat
Rujukan psikolog/psikiater
Integrasi Sistem
- Puskesmas: Dipakai saat pemeriksaan rutin & posyandu.
- BPJS: Masuk Care Pathway untuk intervensi lanjut.
- Data Terintegrasi: Masuk RME untuk monitoring.
Catatan Penting
- Instrumen ini bukan alat diagnosis, hanya skrining awal.
- Hasil harus dikombinasikan dengan wawancara klinis.
- Gunakan sebagai bagian dari pelayanan holistik.
Rekomendasi Implementasi Nasional
- Pelatihan Tenaga Kesehatan
Dokter/perawat/bidan dilatih menggunakan instrumen (bisa via MOOC). - Integrasi Digital
Masukkan ke aplikasi Pelataran Sehat/BPJS. - Monitoring & Evaluasi
Laporan bulanan dari Puskesmas, analisis tren nasional.
- Reward & Punishment
Insentif bagi FKTP aktif, teguran bagi yang pasif. - Advokasi & Edukasi Publik
Kampanye nasional deteksi dini stres via media sosial/seminar.
Kesimpulan
- Instrumen ini sederhana namun strategis untuk deteksi masalah kesehatan mental.
- Integrasi BPJS & Puskesmas menjadikannya basis data nasional untuk kebijakan.
- Implementasi efektif membutuhkan pelatihan, monitoring, reward/punishment, dan edukasi publik.